Jumat, 25 Mei 2012

PENGAGUM RAHASIA

Aku hanyalah daun layu yang tak pernah dianggap
Aku hanyalah serpihan kaca yang tercampakkan
Aku hanyalah butiran pasir yang tak terlihat
Walau begitu aku benar adanya
Sudah satu jam Kanaya duduk di depan meja belajar menatap selembar kertas berwarna biru yang dipegangnya. Sesekali ia melirik keluar jendela hanya untuk memastikan apakah bintang masih bersinar indah menemani malam. Dua minggu belakangan ini Kanaya dibuat susah tidur. Untuk kesekian kalinya Kanaya mendapatkan surat bewarna biru yang di alamatkan kepadanya. Yang menarik adalah surat tersebut tanpa nama pengirim alias surat kaleng (yang populer didengar). Kanaya berusaha menebak-nebak siapa arjuna pengirim surat tersebut. Surat biru itu juga membuat hari-hari Kanaya menjadi lebih bewarna dan semakin bersemangat melangkahkan kaki menuju sebuah gedung pencakar langit yang tak jauh dari rumahnya. Gedung megah SMA REPLIKA BANGSA menarik hati Kanaya untuk mencari ilmu dan menjalani separuh harinya disana. Iya, Kanaya adalah siswa disebuah SMA ternama di kota yang terkenal dengan wanitanya yang cantik dan modis. Hari-harinya dihabiskan untuk shoping, nonton, jalan-jalan dengan anggota Blieezz (sebutan untuk sebuah geng tersohor di REPLIKA BANGSA). Dirinya yang ramah, pintar, modis dan cantik membuat banyak orang ingin mengenal Kanaya.

Kicauan burung dan dinginnya suasana pagi membangunkan tidur Kanaya yang lelap. Bergegas Ia mengambil handuk dan menuju kamar mandi yang hanya selangkah dari tempat tidurnya. Aktivitas Kanaya dimulai dengan senyum yang tidak pernah pergi dari bibir manisnya.
Indahnya mentari menemani perjalanan Kanaya menuju sekolah. Di kelas ia sudah disambut dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh Miss kisi yang membuat wajahnya bersungut kesal. Miss kisi disematkan kepada gadis cantik berkulit putih jago bermain piano Delisa Firstia. Delisa merupakan anggota Blieezz yang setiap detik ingin tampil perfect dan anggun. Gelar Miss kisi didapat Delisa karena kipas dan sisir tidak pernah lepas dari tangan manisnya. Oleh Kanaya dan teman sekelasnya disingkat saja menjadi kisi. Yang sekarang seantero sekolah memanggil Delisa dengan panggilan Miss kisi. Delisa adalah orang yang paling sering membuat Kanaya kesal. Tetapi Delisa juga yang paling sering dimintai Kanaya pertolongongan. Delisa yang paling dewasa dan urusan cintanya selancar jalan tol diantara personil Blieezz.
‘’Gimana? Sudah tau belum? Anak kampus kita ya? Gue tau nggak orangnya?’’ pertanyaan-pertanyaan itu mengalir deras (hee...hujaaan kali yaa deras) dari bibir Delisa. Dia tidak memberikan sedetikpun kesempatan kepada Kanaya untuk menarik nafas lelah karena berlari-lari kecil menuju kelasnya.
‘’Apa?’’ jawab Kanaya kesal.
‘’Yee... biasa aja kali jawabnya. Surat biru itu. Siapa pengirimnya sudah tau belum. Kira-kira gue kenal nggak orangnya?’’
‘’Entahlah....’’ Kanaya mengangkat bahu. Yang jawaban tersebut sudah cukup membuat Delisa mengerti.
Sampai minggu ketiga pengirim surat biru itu belum juga diketahui siapa gerangannya. Yang akhirnya bukan hanya membuat Kanaya yang penasaran tetapi juga Delisa. Bel tanda pelajaran pertama sebentar lagi akan segera terdengar karena jam sudah menunjukkan pukul 07.25 yang artinya lima menit lagi pelajaran Kimia yang menjadi momok bagi siswa X1 IPA 2 REPLIKA BANGSA akan dimulai.
‘’Helloo.. morning beib.’’
Sontak Kanaya dan Delisa langsung tutup telinga memasang tampang malas. Mereka sudah bosan mendengar kata-kata helloo, morning atau apalah yang berbau-bau inggris. Tetapi kata-kata dalam bahasa inggris yang di ucapkan Monica itulah yang paling sering menjadi bahan tertawaan. Monica Stecya adalah cewek berambut panjang, tinggi semampai anggota Blieezz yang bahasa inggrisnya tidak perlu diragukan lagi. Juara debat bahasa inggris SMA tingkat nasional pernah disabetnya. Monica merupakan personil Blieez  yang paling bawel dan cerewet. Dengan datangnya Monica lengkaplah anggota Blieezz yang merupakan geng paling populer yang dimiliki REPLIKA BANGSA.
‘’Oh my god Kanaya, Delisa kalian tau nggak sich ?’’
 ‘’Gimana kita tau, orang belum dikasih tau.’’ Jawab Delisa santai. ‘’Ada apa nona bawel, cerewet, cengeng?’’ Delisa tersenyum menggoda.
‘’Taraaa.... liat apa yang gue bawa.’’ Monica memperlihatkan surat bersampul biru yang di pegangnya. ‘’Ini surat yang ketiga kalinya gue temukan diatas meja Naya. Tadinya gue pikir kalian sudah datang dan kelaparan jadi gue cari kekantin tapi nggak ada, eeh... nyatanya kalian belum datang.’’ Ungkap Monica dengan semangat empat lima (dikiranya zaman Indonesia baru merdeka kali ya).
‘’Coba gue liat’’ dengan cepat Kanaya menyambar (hee...petir kali menyambar) kertas yang ada ditangan Monica. Seperti biasa Kanaya langsung membaca surat tersebut.
Aku sembunyi dibalik indahnya mentari
Aku sembunyi dibalik gemerlapnya bintang
Aku sembunyi dibalik sinar temaram sang bulan
Walau begitu aku nyata adanya
Rasa penasaran Blieezz semakin bertambah dengan datangnya surat biru untuk yang kesekian kalinya.
‘’loe melihat nggak siapa yang meletakkan surat ini di meja gue?’’
‘’nggak’’ Monica menggelengkan kepala. ‘’Saat gue datang surat ini sudah ada di meja’’
‘’Selamat pagi anak-anak!’’
‘’Pagi pak’’
Suara lantang pak Wisman mengalihkan perhatian Blieezz. Tidak ada lagi suara-suara heboh dan  berisik siswa yang terdengar selain suara pak Wisman. Semua hanyut dalam pelajaran kimia yang memuakkan bagi mereka.
***
‘’Lain kali hati-hati’’
Sontak wajah Kanaya memerah melihat sosok Adrian yang tersenyum manis berdiri dihadapannya.
‘’ oh... eehh... ia..’’ merapikan baju dan letak dasi yang sebenarnya tidak perlu dirapikan Kanaya gelagapan menyadari kebodohannya. Dalam hati ia memaki dirinya sendiri ‘’aduuh...Naya loe bodoh banget sich! Kenapa coba menatap Adrian segitunya. Emangnya dia siapa?’’.
‘’Ini bukunya’’ Adrian menyodorkan buku yang baru saja berserakan dilantai akibat kecerobohan Kanaya.
‘’Mmm... Thanks ya’’    
Adrian tersenyum dan berlalu menjauhi Kanaya. Sementara Kanaya masih mematung dan pikirannya menerawang jauh entah kemana. Terlintas dipikirannya apa mungkin arjuna pengirim surat biru itu adalah Adrian.
‘’Helloo....’’
‘’Monica...! Nggak bisa ya semenit aja loe nggak buat gue kaget’’
‘’Yee... Loe sich ngapain bengong disini. Bentar lagi bel berbunyi tu. Kekelas  yuk?’’ Delisa menarik tangan Kanaya yang diikuti oleh Monica.
***
Birunya langit dan gemericik air yang mengalir membuat Blieezz betah berlama-lama di taman samping rumah Kanaya.
‘’ahaa...Mungkin saja Viko. Dia kan paling sering nawarin loe tebengan pulang sekolah atau jangan-jangan Hendru. Dia baik banget sama loe Nay’’
‘’Nggak mungkin Viko. Dia kan lagi dekat dengan Mila tim cheer sekolah kita dan sering benget jalan bareng. Sementara Hendru, gue nggak yakin dia punya rasa sayang sama cewek. Secara gitu ya!’’
‘’Mungkin aja Del. Mereka dekat wajar dong Viko kapten basket sementara Mila ketua tim cheer tapi bukan bearti mereka pacaran. Ya kan? Dan Hendru kata siapa dia penyuka sesama jenis?  Nggak ada tu yang bilang!’’ Selalu saja untuk urusan debat Monica tidak pernah mau mengalah.
Blieezz sengaja berkumpul dirumah Kanaya dalam rangka menemukan arjuna pengirim surat biru itu. Berbagai macam cara mereka lakukan untuk menemukan siapa gerangan arjuna yang membuat Kanaya susah tidur semalaman. Dimulai dari menyeleksi cowok-cowok ganteng yang dimiliki REPLIKA BANGSA sampai tukang bakso keliling yang sering lewat depan rumah Kanaya. Banyak nama yang sudah masuk dalam daftar pengirim surat biru itu. Sebut saja Viko kapten basket. Hendru jago karate. Okto sang juara sepak bola. Denis penulis yang namanya mulai dikenal. Dan banyak lagi nama-nama yang lainnya.
Blieezz juga menempelkan di mading sekolah serta semua tempat yang bersedia menampung tempelan surat biru tersebut. Dengan harapan si pengirim melihat dan merasa malu karena ketahuan diam-diam mengirim surat (2012 teman, Zaman ya surat!) sehingga dia berusaha mencopot tempelan-tempelan tersebut dan Blieezz dapat memergoki pelakunya. Berkumpulnya Blieezz dirumah Kanaya juga dalam rangka membahas persiapan acara Valentine yang tinggal menghitung hari. Mereka membicarakan banyak hal mulai dari gaun, sepatu sampai tas. Blieezz juga tidak melupakan membahas siapa pasangan yang akan menemani mereka dalam acara tersebut.
‘’Dalam dua hari ini kita harus kerja ekstra girls. Harus bisa menemukan siapa pengirim surat biru itu.’’
‘’Setuju!’’ Delisa menjentikkan tangannya semangat. ‘’Bener banget tu Mon. Naya harus bisa pergi ke acara Valentine besok sama pengirim surat biru itu.’’
‘’Ya ia lah!, Memangnya Naya mau pergi sama siapa lagi?. Tapi gimana caranya kita bisa menemukan pengirim itu? Cara ampuh yang kita lakukan selama ini nggak menghasilkan apa-apa.’’
‘’Masih ada satu cara lagi!’’ Kanaya yang tadinya kebanyakan diam tiba-tiba saja bersemangat.
‘’ Apa?’’ jawab Delisa dan Monika kompak.
“ Setelah gue pikir-pikir semua surat yang dikirim itu saling berkaitan satu sama lain dan gue yakin masih akan ada surat berikutnya yang akan datang.’’
‘’Brilian!’’ Monica bersemangat. ‘’Berarti besok kita harus datang pagi-pagi untuk menangkap pelakunya.’’
***
Pagi-pagi sekali Blieezz sudah berada di sekolah. Keyakinan dapat menemukan pengirim surat tersebut sudah sangat kuat. Tapi sayang setelah lama menunggu apa yang diharapkan tidak kunjung muncul. Jangankan menemukan pelakunya, surat biru yang diperkirakan akan ada di meja Kanaya pagi itu pun hilang entah kemana. Pupus lah harapan untuk menemukan pengirimnya sebelum acara valentine tiba.
Kanaya sudah memutuskan untuk datang ke acara tersebut seorang diri karena dia tidak mungkin pergi bersama Blieezz. Monica dan Delisa akan pergi bersama cowok mereka masing-masing. Naya tidak mungkin mengganggu acara kedua sahabat baiknya. Acara yang ditunggu-tunggu oleh banyak kaum remaja terutama siswa-siswa REPLIKA BANGSA itu pun tiba. Kanaya baru saja sampai di tempat acara Valentine tersebut dilaksanakan. Suara musik yang mengalun romantis ditambah hiruk pikuk suara tamu yang datang membuat Kanaya merasa enjoy. Setidaknya dia tidak mengurung diri di kamar melewati malam yang sangat bersejarah bagi banyak kaum remaja itu sendirian. Tiba-tiba Kanaya tersontak kaget melihat seorang pria bertopeng memegang kertas bersampul biru mendekatinya. Kertas itu mirip dengan surat yang pernah diterimanya. Benar saja surat tersebut adalah milik Kanaya.
Aku ada disini mengagumi mu meski tak ada yang pedulikan ku
Rasa ini nyata mengiginkan mu meski tak seorangpun yang tau
Rindu ini tak terbendung mengharapkan mu
Meski kau tak pernah menoleh untuk sekadar tersenyum
Dan aku masih akan tetap disini  menatap mu diam dari persembunyian ku
Hati Kanaya berbunga-bunga membaca surat yang diberikan pria bertopeng itu. Yang  lebih membuat Kanaya merasa sangat bahagia adalah pria tersebut jujur mengakui sangat mencintai Kanaya. Dan lebih suprise lagi dia adalah Adrian. Acara Valentine malam itu terasa semakin indah saat Adrian dan Kanaya berdansa diiringi lagu-lagu romantis.
‘’Bruuugg....’’
‘’Auu... sakiit...’’Kanaya meringis sambil merapikan alat tulis, kertas dan buku-buku yang berserakan dilantai. Diliriknya jam dinding yang menghiasi kamar tidurnya. Kanaya baru sadar kalau semalam ia tertidur dimeja belajarnya. Dan bangun kesiangan untung saja hari minggu jadi dia tidak perlu buru-buru berangkat ke sekolah. Kanaya tersenyum melihat selembar kertas biru yang ia temukan berisi tulisan indahnya. Tiba-tiba saja kenangan 4 tahun yang lalu kembali memenuhi ingatannya.
‘’Adrian’’
Dia teringat akan sosok Adrian pria perfect, cool dan pendiam aset berharga REPLIKA BANGSA. Selain wajahnya yang keren Adrian juga merupakan anggota aktif osis, pintar, dan kemampuan bermusiknya tidak perlu diragukan lagi. Hampir semua alat musik bisa ia mainkan. Sebut saja gitar, piano dan masih banyak alat musik lainnya. Adrian adalah satu-satunya pria yang sangat Kanaya cintai. Adrian yang membuat Kanaya meneteskan air mata disaat pesta kejutan ultah teman sekelasnya. Pada saat itu Adrian dengan bahagianya merencanakan pesta kejutan untuk Desna. Dengan senyum yang terus mengembang Adrian memberikan kue tart kepada Desna yang membuat Kanaya tidak bisa membendung air matanya yang mengalir deras.
‘’Hmmm’’ Kanaya kembali tersenyum masam menyadari semua yang baru saja terjadi. Menyadari bahwa sampai saat ini dia masih sangat mengharapkan Adrian dan belum bisa menghapus nama Adrian dari hatinya.

Selesai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ditunggu komen yang lainnya juga ya...