‘’Kanker payudara’’
seharusnya bukan hal asing lagi di telinga kita saat ini. Kata yang sangat
membunuh bagi kebanyakan kaum wanita
Kanker adalah suatu
kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya,
sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.
Sementara, Kanker
payudara (Carcinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang
ganas yang berasal dari parenchyma. Penyakit ini oleh Word Health Organization
(WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) dengan
kode nomor 17.
Kanker payudara adalah kanker yang dimulai pada payudara, biasanya
di lapisan dalam saluran susu atau lobulus. Ada berbagai jenis kanker payudara,
dengan tahapan yang berbeda (menyebar), agresivitas, dan makeup genetik.
Ini dia beberapa
kelainan yang perlu diwaspadai sebagai gejala kanker payudara:
Benjolan
Gejala kanker payudara
yang paling mudah dikenali adalah munculnya benjolan yang tidak normal.
Benjolan itu bisa umumnya diraba sendiri, meski kadang-kadang hanya bisa
diketahui keberadaannya lewat pemeriksaan mammograph. Benjolan yang keras
dengan bentuk tidak teratur lebih perlu diwaspadai dibandingkan benjolan yang
lunak dan bulat. Benjolan lunak biasanya dipicu oleh adanya kista, meski kista
juga bisa mengeras jika mengalami pengapuran.
Pembengkakan
Meski tidak ada
benjolan, payudara yang membengkak atau terasa berat perlu diwaspadai.
Kehamilan dan retensi (penumpukan) cairan akibat terlalu banyak konsumsi garam
sebenarnya juga bisa menyebabkan payudara membengkak. Namun pembengkakan akibat
kanker biasanya tidak simetris antara payudara kiri dan kanan.
Nyeri di bagian puting
Kista di payudara juga
bisa menyebabkan rasa nyeri di bagian puting. Untuk membedakannya dengan kanker
payudara, periksakan segera dan mintalah dokter untuk melakukan pemeriksaan
ultrasonik yang bisa membedakan kista dengan sel kanker.
Pembengkakan kelenjar getah bening
Kanker payudara selalu
ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening di daerah ketiak. Periksakan
segera untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, meski kadang-kadang infeksi
juga bisa menyebabkan bagian ini membengkak.
Cairan aneh di puting
Selain susu, cairan
apapun yang keluar dari puting perlu diwaspadai terutama jika berwarna merah
atau coklat. Biasanya dokter akan melakukan ductogram yakni sejenis mammograph
untuk memeriksa kelainan kelenjar susu, lalu mengamati cairan yang keluar
dengan bawah mikroskop untuk mengetahui adanya sel kanker di dalamnya.
Puting tenggelam (nipple retraction)
Meski jarang,
pertumbuhan sel kanker payudara di sekitar areola juga bisa menyebabkan puting
tenggelam. Jika gejala ini muncul tiba-tiba dan bertahan hingga beberapa pekan,
ada kemungkinan terjadi traksi atau pengencangan kelenjar susu yang terjadi
karena terdesak oleh sel tumor.
Berikut tips untuk mencegah kanker payudara; ‘’cekidoott’’
1. Obat pencegah kanker payudara.
Perempuan dengan resiko tinggi, yaitu yang survive/selamat dari kanker payudara
atau yang setidaknya memiliki hubungan darah dengan penderita kanker (ibu atau
saudara perempuannya), bisa mendapatkan terapi Tamoksifen, yang bekerja dengan
cara memblokade efek pemicu tumor dari estrogen.
2. Mastektomi sebelum serangan kanker.
Untuk perempuan dari keluarga dengan resiko genetik yang sangat tinggi, ada
suatu mastektomi untuk pencegahan kanker payudara. Memang merupakan suatu
pendekatan yang radikal, tetapi kebanyakan berhasil. Mastektomi ini mengangkat
jaringan payudara, tapi tidak seluruhnya, sehingga kemungkinan terjadinya
kanker masih ada.
Sedangkan
pencegahan secara alami meliputi:
1. Berolah raga secara teratur.
Penelitian menunjukkan bahwa sejalan dengan menigkatnya aktivitas, maka resiko
kanker payudara akan berkurang. Berolah raga akan menurukan kadar estrogen yang
diproduksi tubuh sehingga mengurangi resiko kanker payudara.
2. Kurangi lemak.
Beberapa penelitian menunjukkan
bahwa diet rendah lemak membantu mencegah kanker payudara. Jenis lemak yang memicu kanker payudara adalah lemak
jenuh dalam daging, mentega, makanan yang mengandung susu full-cream
(whole-milk dairy foods) dan asam lemak dalam margarin. Sedangkan jenis lemak
yang membantu mencegah kanker payudara adalah lemak tak-jenuh dalam minyak
zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan salmon dan ikan air dingin lainnya. Lemak
jenuh dalam daging dan produk susu dan asam lemak dalam margarin meningkatkan
kadar estrogen dalam darah, sedangkan lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan
asam lemak omega-3 dalam ikan tidak menyebabkan kenaikan kadar estrogen dalam
darah.
3. Bila mengkonsumsi daging, jangan dimasak
terlalu matang.
Terlepas dari lemak jenuh yang terdapat dalam daging, cara memasak daging akan
mempengaruhi resiko kanker payudara. Daging-daging yang dimasak/dipanggang menghasilkan
senyawa karsinogenik (amino heterosiklik). Semakin lama dimasak, semakin banyak
senyawa ini terbentuk. Amino heterosiklik
paling banyak terdapat dalam daging bakar yang lapisan luarnya (kulitnya)
gosong dan hitam.
4. Makan lebih banyak buah dan sayuran.
Semakin banyak buah dan sayuran yang dimakan, semakin berkurang resiko untuk
semua kanker, termasuk kanker payudara. Makanan dari tumbuh-tumbuhan mengandung
anti-oksidan yang tinggi, diantaranya vitamin A, C, E dan mineral selenium,
yang dapat mencegah kerusakan sel yang bisa menjadi penyebab terjadinya kanker. Tapi harus dihindari buah dan
sayuran yang mengandung banyak lemak, seperti kentang goreng atau pai dengan krim
pisang.
5. Mengkonsumsi suplemen anti-oksidan.
Suplemen tidak dapat menggantikan buah dan sayuran, tetapi suatu formula
anti-oksidan bisa merupakan tambahan makanan yang dapat mencegah kanker
payudara.
6. Makan lebih banyak serat.
Selain berfungsi sebagai anti-oksidan, buah dan sayuran juga mengandung banyak serat.
Makanan berserat akan mengikat estrogen dalam saluran pencernaan, sehingga
kadarnya dalam darah akan berkurang.
7. Makan lebih banyak tahu dan makanan yang
mengandung kedelai.
Makanan-makanan yang berasal dari kedelai banyak mengandung estrogen tumbuhan
(fito-estrogen). Fito-estrogen terikat pada reseptor sel yang sama
dengan estrogen tubuh, mengikatnya keluar dari sel payudara sehingga mengurangi
efek pemicu kanker payudara. Selain menghalangi estrogen tubuh untuk mencapai
sel reseptor, makanan berkedelai juga mempercepat pengeluaran estrogen dari
tubuh.
8. Makan lebih banyak kacang-kacangan.
Selain dalam kedelai, fito-estrogen juga terdapat dalam jenis kacang-kacangan
lainnya.
9. Hindari alkohol.
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa semakin banyak mengkonsumsi alkohol,
maka resiko kanker payudara semakin bertambah karena alkohol meningkatkan kadar
estrogen dalam darah.
10. Perhatikan berat badan.
Kenaikan berat badan setiap pon setelah usia 18 tahun akan menambah resiko
kanker payudara. Ini disebabkan karena sejalan dengan bertambahnya lemak tubuh,
maka kadar estrogen sebagai hormon pemicu kanker payudara dalam darahpun akan
meningkat.
11. Hindari xeno-estrogens.
Xeno-estrogen maksudnya estrogen yang berasal dari luar tubuh. Perempuan
mengkonsumsi estrogen dari luar tubuh terutama yang berasal dari residu hormon
estrogenik yang terdapat dalam daging dan residu pesitisida estrogenik. Diduga xeno-estrogen
bisa meningkatkan kadar estrogen darah sehingga menambah resiko kanker
payudara. Cara terbaik untuk menghindari xeno-estrogen adalah dengan mengurangi
konsumsi daging, unggas (ayam-itik) dan produk susu (whole-milk dairy product).
Tetapi kita tidak perlu khawatir dengan banyak makan buah dan sayuran, karena
efek anti-oksidan dan kandungan seratnya lebih banyak daripada efek residu
pestisidanya.
12. Berjemur dibawah sinar matahari.
Meningkatnya angka kejadian kanker kulit (Melanoma maligna) menjadikan kita
takut akan sinar matahari. Tetapi sedikit sinar matahari dapat membantu
mencegah kanker payudara, karena pada saat matahari mengenai kulit, tubuh
membuat vitamin D. Vitamin D akan membantu jaringan payudara menyerap kalsium
sehingga mengurangi resiko kanker payudara.
13. Jangan merokok.
Merokok akan meningkatkan resiko kanker payudara.
14. Menyusui/memberikan ASI kepada anak anda
Untuk alasan yang masih belum jelas, menyusui berhubungan dengan berkurangnya
resiko kanker payudara sebelum masa menopause.
15. Pertimbangkan kembali sebelum menggunakan terapi
pengganti hormon (Hormone Replacement Therapy = HRT).
Ada beberapa alasan bagus untuk melakukan HRT sesudah masa menopause, yaitu
mengurangi resiko penyakit jantung, osteoporosis dan penyakit Alzheimer’s.
Tetapi HRT akan menambah resiko kanker payudara. Bicarakan dengan dokter dan
pertimbangkan resiko-resiko yang mungkin timbul, karena kebanyakan perempuan
lebih tinggi resikonya untuk menderita penyakit jantung, daripada kanker
payudara.
Terakhir, satu lagi hal yang dapat mempengaruhi resiko terkena kanker payudara
adalah stress. Literatur medis menyebutkan bahwa stress dapat menigkatkan
resiko kanker payudara. Tetapi penelitian tentang hal ini masih bersifat
kontroversial. Namun tidak ada salahnya untuk memulai cara mengatasi stress
dalam hidup anda melalui meditasai, yoga, tai chi, berkebun atau kegiatan
santai lainnya.
Hmmm, guys!! Mengerikan bukan??
So, buat kita para wanita mari jaga pola
makan dan mulai hidup sehat dari sekarang !!
Jangan tunda-tunda sebelum semuanya terlambat, karena akan berakibat patal
nantinya