Kamis, 24 Mei 2012

ilusi

Aku tak mengerti
Mengapa embun pagi datang memberi kesejukan
Mengapa mentari tersenyum indah menyapa ku
Menemani langkah perjalanan lelah ku

Aku tak mengerti
Indahnya sang mega terus menaungi ku
Terangnya cahaya bintang menyinari langkah ku
Riangnya kunang-kunang malam setia menemani sepi ku
Sang bulan pun ikut temani tidur lelap ku

Aku tak mengerti
Mengapa semua yang ku rasa
Mengapa semua yang ku pikirkan
Mengapa semua yang ku lihat
Mengapa semua yang ku dengar
Mengapa semua itu hanyalah ilusi dan mimpi ku semata

Aku tak pernah mengerti
Dan aku masih tak mengerti dengan apa yang terjadi
Semua hanya khayal yang mungkin sulit dimengerti

Pernah Ada



Pernah ada...
Senyum canda tawa hadir saat bersama

Pernah ada...
Tangis bahagia saat mengakui cinta

Pernah ada...
Kata puisi lagu menjadi senandung langkah kita

Pernah ada...
Mimpi harapan asa menjemput hari esok berdua

Pernah ada...
Cerita dongeng indah penghibur saat lara

Dan pernah ada...
Air mata goresan luka menyadari kesalahan yang tercipta

Yaa...
Pernah ada...
Kenangan yang tak begitu indah
Kebodohan mencintai orang yang salah

sandiwara

Senyum penuh tawa perlahan memudar
Pancaran rona bahagia semakin menghilang
Cinta yang membara meredup mengikuti alurnya
Raut kesedihan perlahan mendekati nyatanya

Rasa itu berlari pergi
Bayang itu semakin jauh melangkah
Jarak yang tercipta semakin jelas dan pasti
Jurang pemisah semakin terjal dan dalam
Semua semakin nyata
Menyisakan air mata dan luka

Aku mencintaimu....
Aku menyayangimu....
Aku merindukanmu....
Palsuuu!
Semua hanya sandiwara yang kau cipta menjadi cerita

sebuah khayal

Sampai detik ini aq sadar kau tak pernah ada
Aq tau kau hanya maya,
aq pahami semua khayal ini
Dan aq semakin tenggelam dalam takdir q
Terpuruk dalam istana ciptaan q
Menghakimi rasa tak bernyawa yang hanya diam
Seuntai cerita yang hanya bisa terkubur indah
Sepenggal kata yang tak terdengar
Bermain gembira dalam rongga jiwaa

Jauh q berlari
Berjalan mengitari waktu yang mungkin saja tak berputar
Aq memiliki mu, kau ada dihadapan tersenyum menatap q
Sejenak q terlelap dipelukanmu
Satu keadaan indah yang selalu tersimpan

Tapi, kadang aq bingung
Mengapa tak ada yang mendengar jeritan q
Tak ada yang tau ucap hati q
Dan kau pun tak mendengar bisikan lewat angin yang berhembus lembut itu
Akhirnya aq mengerti mengapa itu terjadi
Nyatanya tak pernah ada kata yang keluar dari bibir ini
Tak sedikitpun tersisa kekuatan q untuk berdiri nyata dihadapan mu
Membuang semua rasa yang memenuhi raga ini

Keadaan itu... aq rindu keadaan itu
Aq rindu terlelap dipelukan mu
Dan aq rindu senyum manis itu
Yaa... aq rindu khayalan bodoh itu
Aach...! aq tak mengerti mengapa ini terjadi
Untuk siapa rindu ini???


ibu

Aq bertahan disini karena mu,,
Tanpa mu aq merasa bukan siapa’’
Tanpa mu aq hanyalah serpihan kaca yang terlupakan
Tanpa mu aq tak berarti apa’’
Tanpamu aq hanya sehelai daun layu
Terbawa hembusan angin  terhempas di padang
Aq merasa ada karena mu
Aq memiliki kehidupan karena mu
Aq berdiri disini juga karena mu
Aq bertahan dengan cinta itu juga kerena mu
Karena mu ibu aq mampu menatap dunia
Karena mu ibu aq mampu melihat cakrawala
Dan karena mu juga aq merasa ada

Ibu......
Engkau membuat ku tegar walau terhempas gelombang badai kehidupan
Engkau membuat ku meneteskan air mata disaat bahagia
Engkau membuat ku mengerti arti cinta
Engkau membuat ku mengerti arti pengorbanan
Dan engkau ibu membuat ku mengerti arti kehidupan
Ibu aq merasa sempurna karena mu...
Terima kasih ibu...
Terima kasih untuk semua kasih sayang yang tulus dari mu..

PERENCANAAN PROGRAM PEMBELAJARAN KIMIA

 BAB I
PNDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang

Perencanaan pembelajaran pada prinsipnya adalah proses penerjamahan kurikulum yang berlaku menjadi program-progam pembelajaran yang selanjutnya dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam penyelenggaraan proses pembelajaran. Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan untuk mempermudah bagaimana seseorang belajar maka dirancanglah suatu program pembelajaran.

1.2.    Rumusan Masalah

     Apa itu perencanaan pembelajaran?
     Apa tujuan dan fungsi perencanaan program pembelajaran?
     Apa model-model perencanaan program pembelajaran?
     Bagaimana contoh perencanaan program pembelajaran?

1.3.    Tujuan Penulisan

     Untuk mengetahui apa itu perencanaan program pembelajaran
     Untuk mengetahui apa tujuan dari perencanaan program pembelajaran
     Untuk mengetahui model-model perencanaan program pembelajaran
     Untuk mngetahui contoh perencanaan program pembelajaran


1.4.    Metode Penulisan

Dalam penulisan makalah ini menggunakan metode literatur, dimana penulis mengambil informasi dari buku-buku, internet dan lain sebagainya.
 
BAB II
PEMBAHASAN


2.1. Pengertian Perencanaan pembelajaran

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perencanaan berasal dari kata dasar rencana yang artinya konsep, rancangan, atau program, dan perencanaan berarti proses, perbuatan, cara merencanakan. Selain itu, rencana dapat diartikan sebagai pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.

Menurut H.B. Siswanto (2007:42) perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya. Menurutnya, merencanakan berarti mengupayakan penggunaan sumberdaya manusia (human resources), sumber daya alam (natural resources), dan sumberdaya lainnya (other resources) untuk mencapai tujuan .

George R. Terry dan Leslie W. Rue (2009:9) menyatakan bahwa planning atau perencanaan adalah menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu. Sementara itu, Mulyasa (2006:223) menjelaskan  bahwa  perencanaan adalah suatu bentuk dari pengambilan keputusan (decision making).

Hamzah B. Uno (2008: 2) juga menyatakan perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan  definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan mengandung  paling sedikit 4 unsur yaitu:
a. ada tujuan yang harus dicapai
b. ada strategi untuk mencapai tujuan
c. sumber daya yang mendukung
d. implementasi setiap keputusan

Perencanaan selalu mempunyai arah yang hendak dicapai yaitu tujuan yang harus dirumuskan dalam bentuk sasaran yang jelas dan terukur. Strategi untuk mencapai tujuan berkaitan dengan penetapan keputusan yang harus dilakukan oleh seorang perencana. Penetapan sumber daya yang dapat mendukung diperlukan untuk mencapai tujuan meliputi penetapan sarana dan prasarana yang diperlukan, anggaran biaya dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Implementasi adalah pelaksanaan dari strategi dan penetapan sumber daya.

Perencanaan adalah suatu cara untuk membuat suatu kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif untuk memperkecil kesenjangan yang ada dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan merupakan hasil proses berpikir dan pengkajian dan penyeleksian dari berbagai alternatif yang dianggap lebih memiliki nilai efektivitas dan efisiensi, yang merupakan awal dari semua proses pelaksanaan kegiatan yang bersifat rasional.

Sedangkan pembelajaran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,  berasal dari kata belajar yang artinya berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu; atau berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan seseorang belajar.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 1 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan mendefenisikan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Masnur Muslich (2007:71) juga berpendapat bahwa pembelajaran adalah proses aktif bagi siswa dan guru untuk mengembangkan potensi siswa sehinggga mereka akan “tahu” terhadap pengetahuan dan pada ahirnya “mampu” untuk melakukan sesuatu. Sedangkan Degeng dalam Hamzah B. Uno (2008:2) mendefenisikan dengan singkat bahwa pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa.

Richard L. Daft (2003:30) mengungkapkan bahwa pembelajaran adalah sebuah perubahan prilaku atau suatu perubahan kinerja yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Hal ini juga dibenarkan oleh Slavin dalam H. Douglas Brown (2007:8) yang mendefenisikan bahwa pembelajaran adalah sebuah perubahan dalam diri seorang yang disebabkan oleh pengalaman. Pernyataan ini juga didukung oleh Kunandar (2009:287) yang menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik.

Berdasarkan beberapa defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran adalah kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang akan dilaksanakan dalam suatu proses belajar mengajar  yaitu dengan mengkoordinasikan komponen-komponen pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, cara penyampaian kegiatan (metode, model dan teknik), serta bagaimana mengukurnya menjadi jelas dan sistematis, sehingga nantinya proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien.

2.2. Tujuan dan Fungsi Perencanaan Program Pembelajaran

Tujuan perencanaan pembelajaran adalah menguasai sepenuhnya bahan dan materi ajar, metode dan penggunaan alat dan perlengkapan pembelajaran, menyampaikan kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang tersedia dan memblajarkan siswa sesuai yang di programkan (Sagalah, 2003).

Fungsi perencanaan program pembelajaran adalah:

     Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pembelajaran yang dilaksanakan siswa untuk mencapai tujuan
     Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pembelajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
     Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pembelajaran yang diberikan dan prosedur yang dipergunakan.
     kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan siswa, minat¬-minat siswa, dan mendorong motivasi belajar
     Mengurangi dengan adanya organisasi yang baik dan metoda yang tepat.
     Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up to date kepada siswa (Oemar Hamalik, 2001)

2.3. Model-Model Perencanaan Program Pembelajaran

A.    Perencanan Pembelajaran Versi PBTE

Pengembangan program instruksional dilaksanakan dengan pendekatan sistemik. Pendekatan ini mempertimbangkan semua faktor dan komponen-komponen yang ada, sehingga pelaksanaan program akan berjalan secara efesien dan efektif.
Berdasarkan pola pendekatan tersebut maka sistem instruksional dikembangkan melalui prosedur sebagai berikut:
     Merumuskan asumsi-asumsi secara jelas, eksplisit dan khusus
     Mengidentifikasi komfetensi
     Merumuskan tujuan-tujuan secara deskriptif
     Menentukan tingkat-tingkat kriteria dan jenis assement
     Pengelompokan dan penyusunan tujuan-tujuan pembelajaran berdasarkan urutan psikologis untuk mencapai maksud-maksud instruksional
     Mendesain strategi instruksional
     Mengorganisasi siste pengelolaan kelas
     Mencobakan program
     Menilai desain instruksional
     Memperbaiki kembali program

B.    Perencanaan Pembelajaran Sistematis

Suatu model penggunaan pendekatan sistem dalam rangka mengembangkan course design, adalah sebagai berikut:
     Identifikasi tugas-tugas dan analisis tugas
     Penetapan keampuan sfesifikasi pengetahuan, keterampilan dann sikap
     Identifikasi kebutuhan pendidikan dan latihan
     Perumusan tujuan
     Kriteria keberhasilan program
     Organisasi sumber-sumber belajar
     Pemilihan strategi pengajaran
     Uji lapangan program
     Pengukuran reliabilitas program
     Perbaikan dan peyesuaian program
     Pelaksanaan program
     Monitoring program

C.    Perencanaan Pembelajaran Model Davis
Teknik merancang sistem belajar berlangsung dalam tahap-tahap sebagai berikut:
     Menetapkan status sistem pengajaran
     Merumuskan tujuan-tujuan pengajaran
     Merencanakan dan melaksanakan evaluasi
     Mendeskrifsikan dan mengkaji tugas
     Melaksanakan prinsif-prinsif belajar
( prof. Dr. Oemar Hamalik. 2001)


2.4. Contoh Perencanaan Program Pmbelajaran

RPP adalah program perencanaan yang disusun sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk setiap kegiatan proses pembelajaran. RPP dikembangkan berdasarkan silabus.
Komponen-komponen RPP;
1.    Tujuan pembelajaran
2.    Materi/Isi
3.    Strategi dan Metode Pembelajaran
4.    Media dan Sumber Belajar
5.    Evaluasi
 
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

     Perencanaan pembelajaran adalah kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang akan dilaksanakan dalam suatu proses belajar mengajar  yaitu dengan mengkoordinasikan komponen-komponen pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, cara penyampaian kegiatan (metode, model dan teknik), serta bagaimana mengukurnya menjadi jelas dan sistematis, sehingga nantinya proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien.
     Tujuan perencanaan pembelajaran adalah menguasai sepenuhnya bahan dan materi ajar, metode dan penggunaan alat dan perlengkapan pembelajaran, menyampaikan kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang tersedia dan memblajarkan siswa sesuai yang di programkan.
     Ada tiga model perencanaan pembelajaran yaitu; perencanan pembelajaran versi PBTE, perencanaan pembelajaran sistematis, dan perencanaan pembelajaran model Davis
     Contoh perencanaan program pembelajaran adalah sebuah RPP
 
DAFTAR PUSTAKA

Hamalik, Oemar. 2001. Perencanaan Pengajaran. Jakarta : Bumi Aksara

http://www.Hendriansyah.blogspot.com/pengertian-perencanaan-pembelajaran.html

http://www.Donydonkers.blogspot.com/Definisi-Perencanaan-Pembelajaran.html

http://www.wikipedia.com/Defenisi-Perencanaan-Pembelajaran-Menurut-Para-Ahli.htm
 

Rabu, 23 Mei 2012

Enzim

SEJARAH, PENGERTIAN, PERAN dan KLASIFIKASI ENZIM

SEJARAH DITEMUKANNYA ENZIM

Pengetahuan tentang katalis telah dirintis oleh Berzelius pada tahun 1837. Ia mengusulkan nama ‘’katalis’’ untuk zat-zat yang dapat mempercepat reaksi tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi. Proses kimia yang terjadi dengan pertolongan enzim telah dikenal sejak zaman dahulu misalnya pembuatan anggur dengan cara fermentasi atau peragian. Demikian pula pembuatan asam cuka termsuk proses kimia berdasarkan aktivitas enzim. Dahulu proses fermentasi dianggap hanya terjadi dengan adanya sel  yang mengandung enzim. Pasteur adalah salah seorang yang banyak bekerja dalam fermentasi ini. Anggapan tersebut berubah setelah Buchner membuktikan bahwa cairan yang berasal dari ragi tanpa adanya sel hidup dapat menyebabkan terjadinya fermentasi gula menjadi alkohol dan karbondioksida. Hingga sekarang kata ‘’enzim’’ yang berarti ‘’di dalam ragi’’ tetap dipakai untuk nama katalis dalam proses biokimia.
Enzim dikenal untuk pertama kalinya sebagai protein oleh Summer pada tahun 1926 yang telah brhasil mengisolasi urease dari ‘’kara pedang’’ (jack bean). Urease adalah enzim yang dapat menguraikan urea menjadi CO2 dan NH3. Beberapa tahun kemudian Northrop dan Kunitz dapat mengisolasi pepsin, tripsin, kimotripsin. Selanjutnya makin banyak enzim yang telah dapat diisolasi dan telah dibuktikan bahwa enzim tersebut ialah suat protein.
Sejak tahun 1926 pengetahuan tentang enzim atau ezimologi berkembang dengan cepat. Dari hasil penelitian para ahli biokimia ternyata bahwa banyak enzim mempunyai gugus bukan protein, jadi termasuk golongan protein majemuk. Enzim semacam ini (holoenzim) terdiri atas protein (apoenzim) dan suatu gugus bukan protein. Sebagai contoh enzim katalase terdiri atas protein dan ferriprotorfirin. Ada juga enzim yag terdiri atas protein dan logam. Misalnya askorbat oksidase adalah protein yang mengikat tembaga.

PENGERTIAN ENZIM

     Enzim adalah biokatalisator yang diproduksi oleh jaringan hidup dan enzim meningkatkan laju reaksi yang mungkin terjadi dalam jaringan.

     Enzim ialah suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi dan ikut beraksi didalamnya sedang pada saat akhir proses enzim akan melepaskan diri seolah – olah tidak ikut bereaksi dalam proses tersebut.

     Enzim merupakan reaksi atau proses kimia yang berlangsung dengan baik dalam tubuh makhluk hidup karena adanya katalis yang mampu mempercepat reaksi.

     Enzim berperan secara lebih spesifik dalam hal menentukan reaksi mana yang akan dipacu dibandingkan dengan katalisator anorganik sehingga ribuan reaksi dapat berlangsung dengan tidak menghasilkan produk sampingan yang beracun.

     Enzim terdiri dari apoenzim dan gugus prostetik. Apoenzim adalah bagian enzim yang tersusun atas protein. Gugus prostetik adalah bagian enzim yang tidak tersusun atas protein. Gugus prostetik dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu koenzim (tersusun dari bahan organik) dan kofaktor (tersusun dari bahan anorganik).


PERANAN ENZIM

Terdapat berbagai macam peranan enzim yakni :
a.    Reduksi, yaitu reaksi penambahan hydrogen, electron atau pelepasan oksigen.
b.    Dehidrasi yaitu pelepasan molekul uap air (H20).
c.    Oksidasi yaitu reaksi pelepasan molekul hydrogen, electron atau penambahan oksigen
d.    Hidrolisis yaitu reaksi penambahan H20 pada suatu molekul dan diikuti pemecahan                               molekul pada ikatan yang ditambah H20.
e.    Deminase yaitu reaksi pelepasan gugus amin (NH2)
f.    Dekarbolisasi yaitu reaksi pelepasan CO2 dan gugusan karbosil.
g.    Fosforilasi yaitu reaksi pelepasan fosfat.
h.    Transferase yaitu reaksi pemindahan suatu radikal.

Selain itu peranan enzim juga terdapat dalam metabolisme dan sebagai alat diagnosa :
1)    Peran enzim dalam metabolisme
Metabolisme merupakan sekumpulan reaksi kimia yang terjadi pada makhluk hidup untuk menjaga kelangsungan hidup.Reaksi-reaksi ini meliputi sintesis molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil (anabolisme) dan penyusunan molekul besar dari molekul yang lebih kecil (katabolisme).Adanya enzim yang merupakan katalisator biologis menyebabkan reaksi-reaksi tersebut berjalan dalam suhu fisiologis tubuh manusia, sebab enzim berperan dalam menurunkan energi aktivasi menjadi lebih rendah dari yang semestinya dicapai dengan pemberian panas dari luar. Reaksi-reaksi yang berlangsung selama beberapa minggu atau bulan di bawah kondisi laboratorium normal dapat terjadi hanya dalam beberapa detik di bawah pengaruh enzim di dalam tubuh.
2)    Peranan enzim sebagai alat diagnosis
Pemanfaatan enzim untuk alat diagnosis secara garis besar dibagi dalam tiga kelompok:
1. Enzim sebagai petanda (marker) dari kerusakan suatu jaringan atau organ akibat penyakit        tertentu.
Contoh penggunaan enzim sebagai petanda adanya suatu kerusakan jaringan adalah sebagai berikut:
•    Peningkatan aktivitas enzim renin menunjukkan adanya gangguan perfusi darah ke glomerulus ginjal, sehingga renin akan menghasilkan angiotensin II dari suatu protein serum yang berfungsi untuk menaikkan tekanan darah
•    Peningkatan jumlah tripsinogen I (salah satu isozim dari tripsin) hingga empat ratus kali menunjukkan adanya pankreasitis akut, dan lain-lain.
2. Enzim sebagai suatu reagensia diagnosis.
Sebagai reagensia diagnosis, enzim dimanfaatkan menjadi bahan untuk mencari petanda (marker) suatu senyawa. Dengan memanfaatkan enzim, keberadaan suatu senyawa petanda yang dicari dapat diketahui dan diukur berapa jumlahnya. Contoh penggunaan enzim sebagai reagen adalah sebagai berikut:
•    Uricase yang berasal dari jamur Candida utilis dan bakteri Arthobacter globiformis dapat digunakan untuk mengukur asam urat.
•    Pengukuran kolesterol dapat dilakukan dengan bantuan enzim kolesterol-oksidase yang dihasilkan bakteri Pseudomonas fluorescens.
•    Pengukuran alcohol, terutama etanol pada penderita alkoholisme dan keracunan alcohol dapat dilakukan dengan menggunakan enzim alcohol dehidrogenase yang dihasilkan oleh Saccharomyces cerevisciae, dan lain-lain.
3. Enzim sebagai petanda pembantu dari reagensia.
Sebagai petanda pembantu dari reagensia, enzim bekerja dengan memperlihatkan reagensia lain dalam mengungkapkan senyawa yang dilacak. Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:
•    Pada teknik imunoenzimatik ELISA (Enzim Linked Immuno Sorbent Assay), antibodi mengikat senyawa yang akan diukur, lalu antibodi kedua yang sudah ditandai dengan enzim akan mengikat senyawa yang sama.
•    Pada teknik EMIT (Enzim Multiplied Immunochemistry Test), molekul kecil seperti obat atau hormon ditandai oleh enzim tepat di situs katalitiknya, menyebabkan antibodi tidak dapat berikatan dengan molekul (obat atau hormon) tersebut.

KLASIFIKASI ENZIM

Enzim digolongkan menurut reaksi yang di ikutinya, sedangkan masing-masing enzim diberi nama menurut nama substratnya, misalnya urease, arginase dan lain-lain. Di samping itu ada pula beberapa enzim yang dikenal dengan nama lama misalnya pepsin, tripsin, dan lain-lain. Oleh Commision on Enzymes of the International Union of Biochemistry , enzim dibagi dalam enam golongan besar. Penggolongan ini didasarkan atas reaksi kimia dimana enzim memegang peranan. Enam golongan trsebut ialah:
1.    Oksidoreduktase

Enzim-enzim yang termasuk dalam golongan ini dapat dibagi dalam dua golongan yaitu dehidrogenase dan oksidase. Dehidrogenase bekerja pada reaksi-reaksi dehidrogenase yaitu reaksi pengambilan atom hidrogen dari suatu senyawa(donor). Hidrogen yang dilepas diterima oleh senyawa lain (akseptor). Reaksi pembentukan aldehida dari alkohol adalah contoh reaksi dehidrogenase.
Jenis reaksi yang dikatalis adalah pemindahan elektron. Sering mempergunakan koenzim seperti NAD¬+, NADP+, FAD,  atau lipoatsebagai akseptor hydrogen. Nama umum lainnya adalah dehidrogenase, oksidase, peroksidase, dan reduktase.

Enzim-enzim oksidase juga bekerja sebagai katalis pada reaksi pengambilan hidrogen dari suatu substrat. Dalam reaksi ini yang bertindak selaku akseptor hidrogen ialah oksigen. Sebagai contoh enzim glukosa oksidase sebagai katalis pada reaksi oksidasi glukosa menjadi asam glukonat.

Glukosa + O2      asam glukonat + H2O2


2.    Transferase

Enzim yang termasuk golongan ini bekerja sebagai katalis pada reaksi pemindahan suatu gugus dari suatu senyawa kepada senyawa lain. Beberapa contoh enzim yang termasuk golongan ini ialah metiltransferase, hidroksimetiltransferase, karboksiltransferase, asiltransferase, dan amino transferase atau disebut juga transaminase.

3.    Hidrolase

Enzim yang termasuk dalam kelompok ini bekerja sebagai katalis pada reaksi hidrolisis. Ada tiga jenis hidrolase, yaitu yang memecah ikatan ester, memecah glikoksida, dan yang memecah ikatan peptida. Beberapa contoh ialah esterase, lipase, fosfatase, amilase, amino peptidase, karboksi peptidase, pepsin, tripsin, kimotripsin.

4.    Liase

Enzim yang termasuk golongan ini mempunyai peranan penting dalam reaksi pemisahan suatu gugus dari suatu substrat (bukan cara hidrolisis) atau sebaliknya. Contoh enzim golongan ini antara lain dekarboksilase, aldolase, hidratase.
Piruvat dekarboksilase adalah enzim yang bekerja pada reaksi dekarboksilasi asam piruvat dan menghasilkan aldehida.
Enzim aldolase bekerja pada reaksi pemecahan molekul fruktosa 1,6-difosfat menjadi dua molekul triosa yaitu dihidroksi aseton fosfat dan gliseraldehida-3-fosfat.
Adapun enzim fumarat hidratase berperan dalam reaksi penggabungan satu molekul H2O kepada molekul asam fumarat dan membentuk asam malat.


5.    Isomerase

Enzim yang termasuk golongan ini bekerja pada reaksi perubahan intramolekuler, misalnya reaksi perubahan glukosa menjadi fruktosa, perubahan senyawa L menjadi senyawa D, senyawa sis menjadi senyawa trans dan lain-lain.
Contoh enzim yang termasuk golongan isomerase antara lain ialah ribulosafosfat epimerase dann glukosafosfat isomerase. Enzim ribulosa epimerase merupakan katalis bagi reaksi epimerisasi ribulosa. Dalam reaksi ini ribulosa-5-fosfat diubah menjadi xilulosa-5-fosfat. Disamping itu reaksi isomerisasi glukosa-6-fosfat menjadi fruktosa-6-fosfat dapat berlangsung dengan bantuan enzimglukosa fosfat isomerase.


6.    Ligase

Enzim yang termasuk golongan ini bekerja pada reaksi-reaksi penggabungan dua molekul. Oleh karenanya enzim-enzim tersebut juga dinamakan sintetase. Contoh enzim golongan ini antara lain ialah glutamin sintetase dan piruvat karboksilase. Enzim glutamin sintetase yang terdapat dalam otak dan hati merupakan katalis dalam reaksi pembentukan glutamin dari asam glutamat.
Glutamat + ATP + NH4+            glutamin + ADP + Panorg

Disamping itu enzim karboksilase bekerja dalam reaksi pembentukan asam oksaloasetat dari asam pirivat.

Asam piruvat + ATP + CO2          asam oksaloasetat + ADP + Panorg

Sumber:
Anna Poedjiadi dan F.M. Titin Supriyanti. 2007.
Rex Mortgomery, dkk. 1993.
http://www.wikipedia.com/the-free-encyclopedia
http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/04/enzim-dan-respirasi-pada-tumbuhan.html
http://www.AdhyzalKandarY.blogspot.com/Peranan-enzim.htm
www.alvina.blogspot.com/enzim-dan-respirasi-pada-tumbuhan.html